Sekilas Perjalanan Hak Pilih Perempuan

0
Indonesia berhasil memproklamirkan Kemerdekannya tanggal 17 Agustus 1945. Sehari setelah itu, Konstitusi Republik Indonesia (UUD 1945) disahkan, yang mengakui kesetaraan hak laki-laki dan perempuan. Termasuk mengakui hak memilih dan dipilih kaum perempuan.

Kalau Bukan Kita, Siapa Lagi?

0
Di Nusa Tenggara Timur (NTT), salah seorang perempuan muda membuktikan bahwa hasil tidak akan pernah mengkhianati proses.

Mengapa Perempuan Harus Berpolitik?

0
Padahal, seorang penyair Jerman, Bertolt Brecht, pernah bilang: “buta terburuk adalah buta politik”. Sebab, mereka yang buta politik tidak tahu kalau berbagai hal yang menyangkut hajat hidupnya, dari urusan tempat tinggal hingga biaya hidup, bergantung pada keputusan politik.

Nanik Herlina: Refleksi dan Harapan Pemilu 2019

0
Lebur anyong saling sodok, Besopok minak berjuang menang! Hancur lebur tetap saling angkat, Bersatu buat berjuang dan menang!

Galuh Sitoresmi: Catatan Pemilu 2019 (2)

0
Babak baru demokrasi kembali ditorehkan. Pemilu Serentak 2019 yang merupakan pengejawantahan dari pelaksanaan Undang-Undang No 7 Tahun 2017 tentang pemilihan Umum telah digelar pada tanggal 7 April 2019.

Apakah Kartini Produk Kolonial ?

0
Kartini adalah orang pertama dalam sejarah bangsa Indonesia yang menutup zaman tengah, zaman feodalisme Pribumi yang “sakitan” menurut istilah Bung Karno.

Manfaat Dongeng Anak

0
Dongeng termasuk cerita rakyat dan merupakan bagian tradisi lisan. Dongeng juga merupakan proyeksi emosi manusia yang paling jujur manifestasinya.
ilustrasi-pasar-mama-papua

Tanah adalah Mama bagi Orang Asli Papua

0
“Bagi orang asli Papua, tanah adalah Mama, yang memberi mereka kehidupan. Sudah sejak lampau, perempuan punya peranan penting dalam merawat kebun dan hutan. Namun. seiring meluasnya praktek komoditifikasi tanah, akses orang asli Papua termasuk kaum perempuan terhadap tanah terancam,”

Surat-Surat dan Pemikiran Kartini

0
”Bersama dengan rakyatku, dengannyalah dia akan berada buat selama-lamanya!. Aku sangat bangga, Stella, disebut satu nafas dengan rakyatku”. (Surat, 17 Mei, kepada Estelle Zeehandelaar).

Metode dan Tehnik Advokasi Non Litigasi

0
Oleh: Ernawati* Se-Cerdik Ratu Esther, Se-Bijak Hakim Debora, Se-Teguh Nabi Hana, Rendah hati seperti Ruth, Sabar seperti Elisabeth,...

Terbaru

Pernyataan Sikap