Lebur anyong saling sodok, Besopok minak berjuang menang!

Hancur lebur tetap saling angkat, Bersatu buat berjuang dan menang!

Pada Pemilu 2019 publik dikejutkan dengan tampilnya calon-calon legislative perempuan yang berada di nomor urut atas. Bila di pemilu-pemilu sebelumnya kita banyak melihat caleg perempuan lebih banyak berada di nomor urut sepatu atau sebagai penggenap saja, ada banyak kemajuan dalam pemilu 2019 ini.

Salah satu caleg perempuan yang mendapatkan peluang nomor urut atas itu adalah Nanik Herlina, A. Md, caleg nomor urut 2 PKB Dapil 4 Kecamatan Masbagik, Pringgesela, Aikmel Kabupaten Lombok Timur 2019 yang mengusung semboyan perjuangan: lebur anyong saling sodok, besopok minak berjuang menang. Artinya adalah hancur lebur tetap saling angkat, Bersatu buat berjuang dan menang. Semboyan ini sangat khas karena diambil dari pepatah Lombok yang mengedepankan sikap tenggang rasa dan gotong-royong.

Dalam kampanye politiknya, Nanik mempunyai lima program yang disebut Lime Program Pajar Penten yang artinya lima program pesan dan nasehat, yaitu:

  • Menghimpun aspirasi rakyat yang dipertanggungjawabkan secara moral dan politik.
  • Membangun satu “Bale Kebangsaan” di setiap Kecamatan Dapil 4.
  • Memperjuangkan Peraturan Daerah yang menjamin modal untuk usaha kecil rakyat, koperasi, penggerak pariwisata, petani, peternak, buruh, pemuda, mahasiswa, perempuan dan anak dalam rangka meningkatkan pendapatan rakyat.
  • Memperjuangkan anggaran untuk peningkatan, perbaikan, jaringan irigasi pertanian, jalan, usaha tani dan teknologi.
  • Membangun wadah-wadah persatuan rakyat sebagai alat bersama melakukan pengawasan terhadap kebijakan yang ditetapkan pemerintah.

Masa kampanye dan gegap gempita pemilihan umum serentak 2019 telah usai. Walaupun Nanik belum berpeluang meraih suara yang signifikan untuk duduk di kursi DPRD II Kabupaten Lombok Timur periode 2019-2024, namun optimisme dan harapan tetap ada.

Berikut adalah hasil wawancara API Kartini bersama Nanik Herlina:

Bersama Pengurus API Kartini Kabupaten Lombok Timur

1. Apa motivasi Anda masuk politik dan mengapa Anda mau terlibat dalam politik yang sangat maskulin?

Motivasi saya maju dalam pencalegan adalah untuk melihat situasi masyarakat, khususnya soal perempuan terutama di Kabupaten Lombok Timur yang mana masih banyak terjadi KDRT dan yang pergi menjadi TKW. Terdorong motivasi tersebut maka saya maju dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) daerah pemilihan (DAPIL) IV Kabupaten Lombok Timur yang meliputi: Kecamatan Masbagik, Kecamatan Pringgesela, dan Kecamatan Aikmel.

2. Bagaimana kiat mendapatkan kepercayaan dari masyarakat dan parpol sehingga maju dalam pencalegan?

Saya berusaha untuk bisa menyentuh kebutuhan masyarakat langsung terutama perempuan dalam menopang kebutuhan ekonominya, seperti membuatkan budidaya jamur tiram dan memberikan pandangan ke parpol agar membentuk kader-kader perempuan agar tidak hanya menjadi alat pelengkap dalam setiap pemilu. Mulai dari pencalonan sampai kampanye, saya selalu meminta pendapat dari berbagai pihak baik pihak keluarga maupun organ-organ perempuan serta masyarakat. Demikian pula ketika sampai ke pemilihan umum tiba.

3. Apa Kendala yang signifikan serta bagaimana kiat mengatasi hambatan tersebut? Jelaskan!

Menurut saya, lebih berat kampanye perempuan daripada laki-laki, karena sebagian besar masyarakat kita berasumsi bahwa pemimpin atau representatif masyarakat yang perempuan akan cenderung kurang baik dalam mengatur emosi atau baperan. Adapun kiat saya dalam mengatasi itu adalah berupaya memberikan pandangan bahwa perempuan itu tidak baperan bahkan laki-laki yang sebenarnya lebih baperan. Semua tergantung keterlibatan dirinya dalam masyarakat. Misalnya, pernahkan dia berorganisasi atau sudahkan dia mengatasi soal-soal masyarakat.

4. Apakah perempuan berpeluang terlibat dalam politik praktis?

Sangat berpeluang, karena persoalan perempuan ini sangat banyak, dan yang bisa menyelesaikan soal-soal perempuan ini, yaa perempuan itu sendiri yang bersentuhan langsung dengan dirinya.

5. Apakah parpol memprioritaskan perempuan dalam pemilihan umum atau sekedar memenuhi kuota keterwakilan perempuan?

Kalau secara undang-undang atau administarasinya partai politik sangat memprioritaskan tapi kita lihat dalam fakta yang terjadi hanya memenuhi kuota saja.

6. Bagaimana hasil pemilihan umum 2019 kemarin? Berapa jumlah caleg perempuan yang terpilih?

Hasilnya masih belum memuaskan, karna masih banyak terjadi kecurangan-kecurangan baik di TPS dan terlebih di tingkat PPS,  dan money politic pun masih sangat rentan terjadi. Incumbent yang bermodal besar yang di untungkan, sehingga pemilu kemarin di Lombok Timur hampir 90% incumbent yang lolos, jumlah keterwakilan perempuan yang bisa lolos sangatlah minim. Dari 50 orang anggota DPR cuma 3 orang perempuan, itupun yang lolos adalah mereka yang incumbent.

7. Apa pembelajaran yang bisa Anda dapatkan dalam Pemilihan Umum 2019. Apa harapan Anda ke depan?

Watak masyarakat kita yang kurang melihat caleg-caleg atau calon-calon pemimpin yang benar-benar membela masyarakat. Mereka tidak begitu diperhatikan. Pokoknya banyak modal, banyak yang mereka kasih walaupun tidak ada hasilnya. Itulah yang mereka pilih. Harapan saya, semoga pemilu yang akan datang masyarakat bisa lebih pintar memilih wakil-wakilnya di DPR. Tidak terjebak dengan pemberian sesaat, yang bisa menghancurkan negeri ini.

Rini, S. Pd.


Category: Featured , Headline , Opini

Tag: , ,