Shaimma El-Shabagh (32 Tahun) , aktivis politik perempuan Mesir tertembak oleh polisi ketika melakukan demonstrasi, di Kairo Mesir, pada hari sabtu 24/01/2015. Pada hari itu, Partai Aliansi Rakyat Sosialis mengadakan unjuk rasa di pusat kota Kairo Tahrir Square, untuk memperingati tahun keempat pemberontakan melawan Presiden Hosni Mubarak.

El-shabagh tak lama meninggal setelah dibawa ke Rumah Sakit terdekat di kairo. Kematiannya banyak mengundang protes para anggota-anggota yang tergabung dalam Partai Aliansi Rakyat Sosialis. Dia ditembak ditengah bentrokan aksi massa dengan pihak keamanan ketika hendak meletakan karangan bunga yang sedang berjalan menuju alun-alun di Tahrir Square.

Perdana Menteri Mesir, Ibrahim Mehleb berjanji akan menyelidiki kasus ini dan menghukum siapapun yang melakukan kesalahan ini. Sementara Partai Aliansi Rakyat Soalis menyatakan bahwa ini adalah kesalahan polisi Kairo yang memicu bentrok antara demonstran dan pihak keamanan. Aksi bentrok terjadi ketika perjalanan para demonstran ke Tahrir Square dihadang oleh pasukan polisi.

Sejumlah video memperlihatkan sejumlah polisi berpakaian berwarna hitam mengarahkan senapan kearah demonstran sehingga El-Sabagh terjatuh. Salah seorang saksi mata berkata pada saat itu polisi juga menembakan gas air mata, tidak hanya itu, mereka juga menangkap Sekretaris Jenderal partai dan lima anggota muda lainnya.

Tahun memperingati tahun keempat pemberontakan melawan Hosni Mubarak sejumlah demonstran yang berasal dari partai kiri melakukan aksi damai yang berlangsung di Kairo dan kota-kota lain di seluruh Negeri Afrika Utara untuk menuntut kembali dan membebaskan para pemberontak. Dan pada saat itu Presiden Abdel Fattah Al-Asisi berjanji akan membebaskan 580 narapidana yang tergabung dalam pemberontakan melawan rezim Hosni Mubarak.

Shaimmah El-shabagh adalah aktivis perempuan di Mesir yang bergabung dalam Partai Aliansi Rakyat Sosialis. Juga seorang ibu rumah tangga yang mempunyai seorang anak yang berusia lima tahun. Dia menjadi anggota  partai kiri di Mesir sejak Partai Aliansi Rakyat Sosialis terbentuk setelah Revolusi Mesir di tahun 2011. El-Shabagh adalah salah satu demonstran yang terbunuh dari 16 orang yang terbunuh dari demonstrasi damai yang dilakukan oleh para aksi massa memperingati tahun keempat revolusi mesir.

Peristiwa Empat Tahun Silam

Pada empat tahun silam, tepatnya pada tanggal 25 Januari 2011, terjadi demonstran besar-besaran untuk menggulingkan kediktatoran Presiden Mesir,  Hosni Mubarok, yang telah berkuasa selama 30 Tahun. Dalam demonstrasi tersebut sejumlah orang tewas, cedera, dan tertangkap. Demonstrasi yang dilakukan selama 18 hari tersebut menuai hasil yang diinginkan dengan runtuhnya rezim Hosni Mubarok. Inilah awal lahirnya revolusi mesir.

November lalu, hampir seluruh perwira polisi  dan menteri dalam negeri yang terlibat dalam penggulingan rezim Hosni Mubarok dibebaskan, terkait dalam tuduhan kematian para pengunjuk rasa 25 Januari empat tahun silam.  Sementara itu, aktivis-aktivis yang tertangkap dalam insiden 25 Januari tersebut masih banyak yang berada dibalik jeruji besi.

Sabtu, 24 Januari 2015 lalu, beberapa partai kiri mencoba melakukan aksi damai untuk menuntut pembebasan para aktivis yang ditahan, namun aksi tersebut menuai korban kembali.

Tragedi yang melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) tersebut, didalihkan oleh pemerintah Mesir adalah sebagai upaya pengamanan ketat yang dilakukan oleh pihak keamanan mesir untuk menghalau kelompok teroris yang akhir-akhir ini melakukan penyerangan kepada pihak kepolisian. Namun, para oposisi sangat mengecam tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian yang menggunakan alasan terorisme untuk membatasi hak-hak mereka.

Rini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here