Manado – “Kita sebagai perempuan muda, mahasiswi, ibu rumah tangga jangan alergi ketika mendengar kata politik. Karena politik adalah tempat merumuskan dan melaksanakan kebijakan publik,” kata Marlin Djurubasa, Ketua DPK API Kartini Sulawesi Utara.

Menurut Marlin, politik juga menjadi ruang bagi berbagai sektor sosial memperjuangkan kepentingannya. Berbagai urusan yang menyangkut urusan publik, seperti pendidikan, kesehatan, pekerjaan, perumahan, harga barang-barang dirumuskan dan ditentukan oleh keputusan politik.

“Semoga dengan adanya pendidikan ini anak-anak muda (mahasisiwi) dan ibu-ibu rumah tangga dapat mengerti dan kesadarannya terbangun terhadap persoalan sosial khususnya persoalan perempuan. Ibu-ibu rumah tangga dapat mengetahui betapa pentingnya politik bagi perempuan karena bicara politik bukan hanya soal kursi legislatif, bupati, gubernur saja tetapi urusan dapur juga menyangkut politik itu sendiri.” kata Jimmy Robert Tindi, Ketua PRD Sulawesi Utara yang memberi kata sambutan sekaligus membuka acara.

Diskusi dan pembahasan politik dan perempuan tersebut diikuti 25 peserta dan mengambil tema: Meningkatkan Pemahaman Politik Perempuan untuk Kesejahteraan Bersama. Kegiatan diselenggarakan oleh DPK API Kartini Sulawesi Utara di uta Hotel, Jalan Santo Joseph No 2 Kleak, Kecamatan Malalayang, Kota Manado pada Sabtu, 21 September 2019 mulai pukul 14.00 sampai 20.00 WITA.

Pendidikan Politik Perempuan ini di hadiri oleh mahasisiwi dari beberapa universitas di Manado, Tondano, dan ibu-ibu dari desa Buha dan berlangsung dengan tertib dan lancar. Adapun tujuan dari pendidikan ini adalah: 1). Menambah anggota baru di Api Kartini, 2). Mengajak mahasisiwi, ibu rumah tangga agar bisa mengetahui dan memahami apa pentingnya politik bagi kehidupan perempuan, 3). Merumuskan strategi untuk memajukan partisipasi politik perempuan.

Fariana Ishak, Bendahara API Kartini Manado dalam pemaparan materinya mengatakan, “Kita sebagai perempuan harus bersyukur di ciptakan begitu Istimewa maka dari itu keistimewaan harus kita jaga dengan baik, salah satunya dengan melawan kebodohan dan saling mendukung satu sama lain sebagai sesama kaum perempuan.”

“Perempuan yang di anggap cerdas adalah apabila dia berdampak positif terhadap lingkungan dan banyak orang, ” lanjut Mesak Habary dari LMND Manado.

Oleh karena itu, pendidikan politik perempuan diharapkan akan menumbuhkan pola pikir dan kesadaran tentang pentingnya keterlibatan perempuan dalam politik baik di lingkungan sekitar, ranah pemerintahan maupun turut serta mengawal kebijakan yang diberikan dan diputuskan oleh Pemerintah. (*)










Category: Berita , Headline

Tag: , ,