DPW API Kartini DKI Jakarta menyelenggarakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar Tahap Pertama di Perpustakaan SRMI, Jalan Taman Kota, Kembangan Utara, Kec. Kembangan, Kota Jakarta Barat, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Selasa (10/9/2019).

dr. G. Sandranila Suryadana yang akrab dipanggil dokter Sandra membagikan pengetahuannya tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD) terkait Tanda Kegawatdaruratan, Konsep ABCD kepada 10 relawan kesehatan masyarakat di Kelurahan Kembangan Utara.

Menurut dokter Sandra pelatihan BHD ini memang dibuat untuk peserta terbatas, yaitu hanya 10 orang agar peserta bisa mendapatkan bimbingan dalam praktek secara langsung dari tenaga medis yang terdidik. Sehingga diharapkan para peserta bisa mempraktekkan dan menularkan pengetahuannya tentang BHD ini kepada masyarakat di sekitarnya. Pasca pelatihan BHD, peserta pun mendapat sertifikat pelatihan dari panitia.

Adapun materi yang disampaikan dalam Pelatihan Bantuan Hidup Dasar adalah sebagai berikut:

Tanda Kegawatdaruratan, Konsep ABCD:

  • Airway. Apakah jalan napas bebas? Sumbatan jalan napas (stridor) 
  • Breathing. Apakah ada kesulitan bernapas? Sesak napas berat (retraksi dinding dada, merintih, sianosis)?
  • Circulation. Tanda syok (akral dingin, capillary refill > 3 detik, nadi cepat dan lemah).
  • Consciousness. Apakah anak dalam keadaan tidak sadar (Coma)? Apakah kejang (Convulsion) atau gelisah (Confusion)?

Airway

Anak tersedak.

Tanda-tanda penting yang dilihat:

  • Anak kesulitan bernapas
  • Pucat sampai biru
  • Anak memegangi leher/dadanya.

Yang dilakukan:

  • Jangan panik!
  • Posisikan anak menunduk atau kalau bisa, posisi kepala lebih rendah daripada badan
  • Tepuk-tepuk punggung anak dengan keras sampai benda asing keluar

Breathing

Anak sesak

Tanda-tanda yang penting dilihat:

  • Hidung kembang kempis
  • Bibir pucat sampai biru
  • Tarikan otot leher
  • Tarikan otot dada
  • Suara napas tambahan

Yang dilakukan:

  • Bawa ke puskesmas, anak butuh oksigen

Circulation – Consciousness

Anak diare

Tanda-tanda yang penting dilihat:

  • Lingkar mata, cekung atau tidak
  • Masih adakah air mata yang keluar ketika menangis
  • Bibir dan lidah kering atau tidak
  • Ujung tangan dingin atau masih hangat, pucat atau tidak
  • Anak lemas atau masih bisa bermain
  • Kencing banyak atau sedikit, warna gelap atau jernih

Yang perlu dicatat:

  • Mencret berapa kali sehari
  • Apakah masih ada ampas atau tidak
  • Apakah ada darah atau lendir
  • Kencing berapa kali sehari

Yang dilakukan:

  • Berikan anak cairan elektrolit terutama setiap setelah muntah atau mencret atau demam naik.
  • Berikan probiotik
  • Bawa ke puskesmas bila anak mencret 3 hari atau menunjukkan tanda-tanda bahaya

Anak demam

Tanda-tanda yang penting dilihat:

  • Suhu di atas 38,5 dengan thermometer
  • Tanda-tanda dehidrasi

Yang perlu dicatat:

  • Pada jam berapa saja suhu anak naik
  • Kencing berapa kali sehari

Yang dilakukan:

  • Kompres anak dengan air biasa, diusap dan selalu diganti kompresnya
  • Bila suhu di atas 37,5 berikan obat penurun panas.
  • Berikan anak minum sebanyak-banyaknya
  • Siap obat kejang

Anak kejang

Yang dilakukan:

  • Jangan panik!
  • Posisikan anak miring
  • Berikan obat kejang lewat anus
  • Berikan handuk untuk digigit
  • Bila kejang tidak berhenti dalam 5 menit setelah pemberian obat, bawa ke puskesmas.

Yang tidak boleh dilakukan:

  • Memberikan anak makanan/minuman selama kejang
  • Menahan tubuh anak yang kejang

Vivin Sri Wahyuni


Category: Berita , Headline

Tag: , ,